Rabu, 24 Oktober 2012

Sistem Pendukung Keputusan


ABSTRAK
Dalam menghasilkan suatu keputusan perlu adanya sistem pengambilan keputusan, oleh karena itu untuk memecahkan suatu masalah dan menghasilkan keputusan yang baik maka sistem pendukung keputusan sangat diperlukan. Sistem pendukung keputusan sangat berguna untuk membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran.  Sistem pendukung keputusan sendiri memiliki komponen-komponen penting yang berkaitan dan dapat membantu jalannya proses. Kemudian terdapat juga pemodelan yang berfungsi untuk membantu jalannya sistem pendukung keputusan juga. Dalam makalah ini akan disampaikan penjelasan tentang pengambilan keputusan,konsep sistem pendukung keputusan , jenis-jenis pendukung keputusan, ciri- ciri dan kemampuan sistem pendukung keputusan, karateristik dan  manfaat yang diperoleh. Sistem pendukung keputusan ini sengaja dibuat karena dirasa perlu suatu pemikiran untuk mengarahkan penggunaan aplikasi computer untuk membantu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen berdasarkan kepada konsep Simon mengenai keputusan yang terstruktur  dan tidak terstruktur juga berdasarkan kepada konsep Robert N. Anthony tentang tingkat – tingkatan manajemen. Sistem pendukung keputusan ini pastilah berkaitan dengan seorang manajer. Semua aktifitas manajer berada di seputar pengambilan keputusan. Manajer memerlukan informasi yang dikirimkan secara efisien dan dalam cara yang dibatasi oleh waktu maka para manajer menggunakan komputer untuk mendukung dan meningkatkan pengambilan keputusan.






PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
      Di suatu organisasi maupun perusahaan pengambilan keputusan merupakan tindakan yang harus diikuti untuk memecahkan suatu masalah. Maka dari itu sistem pendukung keputusan sangat diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut. Menurut  Michael S. Scott Morton dengan istilah Decision Support System, sistem tersebut adalah suatu sistem berbasis komputer yang membantu mengambil keputusan. Sebagai seorang manajer tentunya dalam pengambilan suatu keputusan harus secara baik efisien dan menghasilkan produk yang bermanfaat. Agar keputusan yang diambil sesuai harapan maka hal – hal yang berkaitan harus saling bekerja sama dan saling melengkapi. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

B.      Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:

1.      Apa konsep sistem pendukung keputusan?
2.      Apa ciri- ciri  sistem pendukung keputusan?
3.      Apa komponen sistem pendukung keputusan?
4.      Bagaimana tujuan sistem pendukung keputusan?

C.      Tujuan

1.      Menjelaskan konsep sistem pendukung keputusan
2.      Mendeskripsikan ciri - ciri sistem pendukung keputusan
3.      Untuk mengetahui komponen sistem pendukung keputusan
4.      Untuk mengetahui tujuan sistem pendukung keputusan







     
           PEMBAHASAN

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

Ciri – ciri Sistem Pendukung Keputusan
a.      SPK memberi pendukung informasi kepada pengambilan keputusan
b.      Dukungan SPK diberikan untuk berbagai tingkatan manajemen
c.       Dukungan selain memberikan kepada individu juga juga kepada kelompok
d.      SPK mendukung keputusan yang independen
e.      SPK memberikan dukungan terhadap semua tingkatan
f.        SPK selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan
g.      SPK harus mudah untuk dioprasikan
h.      Tujuan SPK meningkatkan efesien pengambilan keputusan
i.        Pengambilan keputusan memeliki kendali yang lengkap untuk semua tingkat prosespengambilan keputusan
j.        SPK menarik minat belajar
k.       SPK relatif harus mudah untuk di buat
l.        SPK biasanya menggunakan model
m.    SPK tingkat lanjut menangpung komponen knowledge (pengetahuan)

Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu:
  1. Subsistem pengelolaan data (database).
  2. Subsistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).
Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada gambar dibawah.



  Gambar : Hubungan antara tiga komponen sistem pendukung keputusan
a.      Sub sistem pengelolaan data (database)
    Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).

b.      Sub sistem pengelolaan model (model base)
    Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.

c.       Subsistem pengelolaan dialog (user interface)
   Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yangterpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.


Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen :
1.   Bahasa aksi (action language), yaitu suatu perangkat lunak yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem, yang dilakukan melalui berbagai pilihan media seperti keyboard, joystick dan keyfunction yang lainnya.
2.   Bahasa tampilan (display and presentation language), yaitu suatu perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan sesuatu. Peralatan yang digunakan untuk merealisasikan tampilan ini diantaranya adalah printer, grafik monitor, plotter, dan lain-lain.
3.  Basis pengetahuan (knowladge base), yaitu bagian yang mutlak diketahui oleh pengguna sehingga sistem yang dirancang dapat berfungsi secara interaktif.

Tujuan Sistem Pendukung Keputusan
a. Dapat membantu manajer dalam membuat keputusan saat memecahkan berbagai masalah semiterseruktur
b. Dapat mendukung penilaian yang dilakukan oleh manajer dan tidak mencoba menggantikannya.
c. Dapat meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer dan bukan meningkatkan efesiensinya.

Manfaat yang dapat diambil dari Sistem Pendukung Keputusan adalah
a.  Memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses data/informasi bagi    pemakainya.
b.   Membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah  yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
c.    Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
d.   Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah
a. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.

b.   Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
c. Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
d.  Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.





KESIMPULAN
   Dengan adanya Sistem Pendukung keputusan ini maka akan sangat membantu pekerjaan dalam hal pengambilan keputusan dan orang yang sangat terbantu adalah seorang manajer. Karena seorang manajer dituntut untuk menyampaikan gagasan untuk memecahkan suatu masalah dan memberikan solusi agar hasil yang diperoleh memuaskan dan menguntungkan. SPK dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
















Daftar Pustaka
Efraim Turban, Jay E Aronson (2001). Decision Support System . Yogyakarta : Penerbit Indonesia ANDI
“ 
Sistem Pendukung Keputusan” . khanif-gitu.blogspot.com. Diperoleh 10 Oktober 2012, dari http://khanif-gitu.blogspot.com/2010/05/sistem-pendukung-keputusan.html

“Sistem Pendukung Keputusan (SPK)”. Haniif.wordpress.com. Diperoleh 7 Oktober2012, dari http://haniif.wordpress.com/2007/08/01/23-tinjauan-pustaka-sistem-pendukung-keputusan-spk/

“Sistem Pendukung Keputusan”. id.wikipedia.org. diperoleh 7 Oktober 2012, dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan









Selasa, 18 September 2012

kewarganegaraan


Sejarah HAM
  a. Magna charta (inggris)1215 berisikan tentang perjanjian agung tentang kebebasan.
      Yaitu hak raja dibatasi  dengan peraturan. 
   b. Hebeas corpus (1679)
       Pemerintahan Charles II. Berisikan menjamin sesorang tidak boleh ditangkap kecuali menurut
       undang-undang yang berlaku
   c. Bill of right (1689)
        Kebebasan berbicara mengeluarkan pendapat
  d. Declaration of independence (1776)
        Semua manusia dikaruniai hak hidup, dan kebebasan untu menikmati kebahagiaan.
  e. The four freedom (1941) franklin D Roosevelt
       1. Freedom of speech
       2. Freedom ofrelegion
       3. Freedom from fear
       4. Freedom from want
  f. The declaration of human rights
      Pernyattan umum tentang hak asasi manusia yang di proklamirkan oleh PBB,
      yang kemudain diperingati  sebagai hari hak asasi manusia

Periodesasi pelaksanaan HAM diindonesia  
  a. sidang BPUPKI debatMoh.Yamin, Moh.Hatta vs Soepomo, Soekarnopentingnya HAMkonstitusi
  b. Era orde baru
  c. 32 th konvensi HAM
  d. Era reformasi
  e. Era Reformasi (Abdurahman wahid )

Bipatrit dan Apatritide  
  a. bipartide adalah dwi kewarga negaraan
  b. apartide adalah tanpa kewarga negaraan
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara
1. Wilayah (geografi)
      a. Asas Kepulauan (Archipelagic Principle)
      b. Kepulauan Indonesia
      c. Konsepsi tentang wilayah Neg kepulaun, laut teritorial, perairan pedalaman, ZEE, landas kontinen
      d. Karakteristik wilayah nusantara yang terletak di dua benua dan 2 samudra
2. Geopolitik dan Geo Strategi
     a. Geopolitik
         1. landasan ilmiah bagi tindakan politik untuk memperjuangkan kelangsungan hidup
              dan mendapatkan ruang hidupnya
         2. bangsa indonesia pandangan geo politik ini didasrkan pada pancasila 
              sebagai dasar falsafah negara
     b. Geostrategi
         1. perumusan strategi nasional sebagai faktor utamanya
         2. upaya unutk mencapi tujuan dan sassaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik
         3. seni dan ilmu yang digunakan sekaligus sumber daya yang dimilki dalam suatu rencana dan tindakan

Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya
     a. Sejak 17 Agustus 1945 sampai dengan 13 Desember 1953
         Wilayah bekas jajahan belanda ditambah perairan sejauh 3 mil dari garis pantai
    b. Dari Deklarasi Juanda yaitu pada tahun 13 Desember 1957 sampai dengan 17 Februari 1969.
         Laut territorial diukur sejauh 12 mil dari titik pulau terluar yang saling dihubungkan.
         Luas wilayah yang tadinya 2 juta KM menjadi 5 juta KM, 3/5 wilayah Indonesia berupa perairan,
         dikenal dengan Negara maritim.
    c. Dari 17 Februari 1969 (Deklarasi Landas Kontinen) sampai sekarang
         Sumber kekayaan ala yang terdapat dalam kontinen Indonesia adalah milik eksludsif bangsa Indonesia.
    d. Zona ekonomi ekslusif (ZEE
         Batas ZEE adalah selebar 200 mil yang dihitung dari garis dasarlaut wilayah Indonesia
  

Unsur unsur dasar wawasan nusantara
     1. Wadah
          wujud wilayah, tata inti organisasi, tata kelengkapan organisasi
     2. Isi Wawasan Nusantara
          Cita-cita asas keterpaduan dalam kehidupan
     3. Tata Laku Wawasan Nusantara
          yang Mencakup Dua Segi, Batiniah dan Lahiriah

Sifat sifat ketahanan nasional
   -INTEGRATIF, Segala aspek kehidupan saling mengadakan penyesuaian selaras dan seimbang
   -MAWAS KE DALAM, diarahkan ke dlm diri bangsa
   -MENCIPTAKAN KEWIBAWAAN, hsl pandangan yg integratif mewujudkan suatu kewibawaan
   -BERUBAH MENURUT WAKTU, tdk bersifat tetap, melainkan dinamis